Pola Kerja Dinding Diaphragma

Posted by Taufick Max Monday, April 29, 2013 0 comments
Share on :

Pola Kerja Dinding Diaphragma

Pola Kerja Dinding Diaphragma
Dinding diaphragma mempunyai perbedaan dalam aplikasi di lapangan dibandingkan dengan sistem retaining wall pile beruntun. Perbedaan ini tidak dapat dihindari karena kerumitan pekerjaannya.

Penggalian tanah memakai mesin grabber lebar 2 m dengan ketebalan bervariasi sesuai kebutuhan rencana. Ukuran panjang lubang galian antara 4-6 meter. Penggalian tidak boleh sebelah-menyebelah atau saling berdekatan, melainkan harus selang-seling. 

Bila dilakukan tanpa selang-seling, besar kemungkinan akan terjadi keruntuhan tepi lubang galian. Ini disebabkan sifat tanah dalam keadaan labil, ditambah lagi adanya pengaruh getaran tanah akibat proses galian. Guna menghindari rusaknya dinding galian yang lain, dilakukan metode galian seperti sketsa di bawah ini.

Saat dimulai satu sisi lubang galian, bersamaan dengan itu pula adonan lumpur bentonite dimasukkan untuk menjaga kestabilan tanah galian. Setelah satu unit galian selesai, mulailah pemasukan rangka struktur pembesian dinding diaphragma ke dalam lubang galian.

Panel tiap ujung dinding diaphragma ada dua tipe betina dan tipe jantan. Paduan keduanya akan membuat antara panel saling mengikat. Sewaktu akan melakukan pengecoran bersamaan dengan penurunan kerangka besi dinding, panel stop juga diturunkan pada dua ujung panel dinding diaphrgma. 



Panel stop adalah media untuk membentuk kedua ujung dinding diaphragma (bias bentuk jantan atau betina dengan berbagaivariasi model joint). Bagian yang akn disambung dengan dinding panel berikutnya,selain diberi panel stop, juga dipasangkan water stop untuk membuat dinding menjadi kedap air. 

Mengingat besarnya lubang galian dinding diaphragma, pengecoran beton harus menggunakan dua buah tremy. Tujuannya untuk mempercepat pelaksanaan pengecoran. Bila hanya memakai satu buah tremy, waktu pekerjaan bias lebih lama dan dapat berakibat buruk terhadap permukaan dinding galian. 

Sangat diperlukan perhatian dalam proses pengecoran, karena tremy harus digerak-gerakan agar adonan beton masuk ke dalam lubang yang sempurna. Getaran dan beban muatan kendaraan ready mix di permukaan tanah dapat menekan dinding tanah galian. Akibatnya, akan mungkin terjadi keruntuhan tanah bercampuran adonan beton. 

Hal ini tidak dikehendaki karena akan berakibat rusaknya mutu beton serta sulit untuk diperbaiki. Jadi, sangat diperlukan ketelitian dan perencanaan yang matang untuk pola pengecoran.

PEMAKAIAN DINDING DIAPHRAGMA

Cara Kerja Dinding Diapgragma
Penggunaan dinding diaphragma untuk pekerjaan ini menjadi pilihan utama melihat banyaknya penurunan biaya pembuatan basement. Adapun tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan tidak berbedah jauh dengan sistem pembuatan basement memakai retaining wall. 

Pada perencanaan struktur bangunan harus mempertimbangkan beberapa masalah sebagai berikut.

1.Penetapan jarak lantai ke lantai basement yang tidak menimbulkan gangguan kebebasan gerak alat gali (backhoe).

2.Penetapan jarak antarkolom yang efisien agar manuver backhoe dalam proses galian juga tidak terganggu.

3.Penetapan lubang-lubang core, tangga, atau lubang-lubang lainnyaagar pada saat pelaksanaan tidak mempersulit upaya mendapatkan satu diaphragma action dari lantai beton yang ada (joint antara pelat lantai basement dengan dinding diaphragma).

4.Dimensi kolom basement yang cukup longgar agar dapat mengakomondasi profil yang tepat untuk King .

5.Kelonggaran dimensi kolom juga berfungsi untuk mengatasi kemungkinan kekurangtepatan  posisi pada saat penanaman king post.

Jika sudah dikehendaki memakai konstruksi bangunan sistem ini maka titik pusat terlaksananya metoda ini. Tergantung pada tiga hal berikut ini.

Cara Pemasangan Dinding Diaphragma

1.Dinding penahan tanah yang aman dan mampu bekerja optimal menjaga kestabilan tebing galian tanah basement.
2.Pemasangan struktur king post sebagai penyangga utama beban di atasnya.
3.Sistem struktur pelat lantai basement harus mampu menahan beban extreme, di atasnya, seperti :
•Pekerja dan beban material bangunan yang akan di letakkan di setiap lantai,
•Beban kendaraan pengangkut material dan alat berat yang akan parker di atasnya.

Saat pembuatan rangka besi dinding diapraghma, telah diperhitungkan posisi setiap lantai basement . pada titik tersebut telah dipasang stek pembesian untuk menyambungkan pembesian lantai basement. Besi stek di tekuk agak mepet dengan dinding diapragma. 

Apabila penggalian tanah dimulai maka besi stek akan terlihat. Begitu pembesian pelat basement dipasang maka besi stek bisa diluruskan agar bertemu dengan besi pelat



Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Manajemen Proyek  dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pola Kerja Dinding Diaphragma
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.kampus-sipil.com/2013/04/pola-kerja-dinding-diaphragma.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 comments:

Post a Comment

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer