Tahap Pembukaan Tender/Pelelangan Proyek

Posted by Taufick Max Saturday, June 15, 2013 0 comments
Share on :

Tahap Pembukaan Tender/Pelelangan Proyek

Tahap Pembukaan Tender/Pelelangan Proyek- Setelah Kontraktor atau Konsultan mengikuti penjelasan tender, maka harus dimasukan dokumen penawaran sesuai dengan ketentuan, waktu, dan tempat yang ditentukan oleh panitian tender, kemudian dilakukanlah pembukaan dokumen penaaran. ketentuan pada saat pemasukan dokumen penawaran bisa dilakukan dengan metode satu sampul, dua sampul, atau dua tahap, di mana ketentuan tersebut telah dijelaskan dalam dokumen tender. Berikut adalah penjelasnya :

Metode satu sampul

Biasanya digunakan untuk pengadaan barang dan jasa yang sifatnya sederhana, spesifikasi teknisnya jelas, atau pengadaan dengan standar harga yang telah ditetapkan penggunan baik pemerintah, swasta atau perorangan.

Cara Penyampaian dokumen penawaran dengan satu sampul adalah :

a. Keseluruhan dokumen penawaran dimasukan ke dalam satu sampul, baik persyaratan dan dokumen lainnya, sesuai dengan permintaan dalam dokumen pengadaan.

b. Dokumen penawaran mencakup surat penawaran dilengkapi dengan persyaratan administrasi, Teknis, dan konsultan sebagaimana diisyaratkan dalam dokumen pengadaan.

c. Pada sampul luar hanya dicantumkan alamat pengguna dan tulisan " Dokumen penawaran pengadaan barang/jasa..( Jenis Pekerjaan), tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan"

d. Apabila penyerahan penawaran melalui pos, maka sampul pada "poin c" dimasukan kembali ke dalam sampul ( Sampul Lua) dengan mencantumkan alamat pengguna, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan.

e. Harga penawaran dalam dokumen penaaran dicantumkan dengan jelas dalam angka dan huruf ( Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan huruf ).

f. Dokumen penawaran bersifat rahasia. oleh karena itu, dilarang untuk dikirim atau dititipkan kepada anggota panitia tender, melainkan kepada alamat yang telah ditentukan

g. Jika dokumen penawaran diserahkan secara langsung, maka dokumen tersebut harus dimasukan langsung oleh kontraktor dan konsultan yang bersangkutan ke dalam kotak yang telah disediakan ( Tertutup, terkunci, dan tersegel ) Oleh panitia tender.

h. Jika Dokumen penawaran dikirim melalui pos, maka panitia tender harus mencatat tanggal dan jam penerimanya, serta memasukannya ke dalam kotak yang telah ditentukan, tertutup, terkunci, dan tersegel.

i. Dokumen penawaran yang diterima setelah batas waktu pemasukan tidak dapat dikut sertakan

2. Metode Dua Sampul

Metode ini biasanya digunakan jika penawaran memerlukan evaluasi teknis yang lebih mendalam dan untuk menjaga agar evaluasi teknis tidak terpengaruh oleh besarnya penawaran harga serta untuk pengadaan barang dan jasa yang sifatnya tidak sederhana.

Cara penyampaian dokumen penawaran dengan dua sampul adalah sebagai berikut :

a. Sampul pertama berisi kelengkapan data administrasi dan teknik yang diisyaratkan dan pada sampul ditulis" data administrasi dan Teknis" serta mencantumkan nama serta alamat kontraktor dan konsultan.

b. Sampul kedua berisi data perhitungan harga penawaran dan pada sampul ditulis " data harga penawaran" serta mencantumkan nama serta alamat  Kontraktor dan konsultan.

c. Sampul pertama dan kedua dimasukan ke dalamsatu sampul ( Sampul Penutup)

d. Pada sampul penutup ditulis alamat pengguna dan tulisan " Dokumen penawaran pengadaan barang/jasa...  (Jenis Pekerjaan), tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukannya"

e. Apabila penawaran disampaikan melalui pos, sampul penutup dimasukan ke dalam satu sampul ( Sampul Luar).

f. Sampul luar hanya mencantumkan alamat pengguna, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan.

g. Harga penawaran dalam dokumen penawaran dicantumkan dengan jelas dalam angka dan huruf ( Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan huruf)

h. Dokumen penawaran bersifat rahasia. oleh karena itu, dilarang untuk dikirim atau dititipkan kepada anggota panitia tender, selain kepada alamat yang telah ditentukan.

i. Dokumen penawaran disampaikan pada waktu yang telah ditentukan dan sekaligus dimasukan ke dalam tempat yangtelah ditentukan ( tertutup, terkuci, tersegel) oleh panitian tender.

j. Dokumen penawaran yang diterima setelah batas waktu pemasukan penawaran tidak dapat dikutsertakan.

3. Metode Dua Tahap

Dua tahap ini biasanya digunakan untuk pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan pengunaan tegnologi tinggi atau kompleks  dan memiliki resiko yang tinggi.

Pemasukan dokumen dengan metode ini memiliki tahap-tapah tertentu. pada tahap pertama yang harus dilakukan adalah :

a. Pesyaratan admistrasi dan teknis, tidak termasuk usulan harga dimasukan ke dalam satu sampul.

b. PAda sampul dituliskan alamat pengguna "Dokumen penawaran barang/jasa tahap 1, tempat hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan "

c. Apabila penawaran disapaikan melalui pos, sampul pertama dimasukan ke dalam satu sampul ( Sampul Luar).

d. Sampul luar hanya tercantum alamat pengguna, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan.

e. Panitia memberi catatan "Tanggal dan jam penerimaan" pada sampul pertama yag datang melalui pos.

f. Dokumen penawaran yang diterima setelah batas waktu pemasukan maka penawaran tidak dapat diikutsertakan dalam tender.

Tahap kedua ini adalah sambungan dari tahap satu, di mana para kontraktor dan konsultan yang dinyatakan lulus pada tahap satu diminta memasukan surat penaaran harga ke dalam sampul kedua.

Cara penyampaian dokumen penawaran dengan dua tahap adalah :

a. Surat penawaran harga ini dilampiri rincian analisis boaya dan syarat lainnya yang telah disepakati pada tahap pertama.

b. Adanya persamaan antara angka dan huruf

c. KArena dokumen penawaran ini bersifat rahasia, maka pemasukan dokumen penawaran ini harus diserahkan langsung tanpa perantara dan harus dikirim atau diserahkan sesuai dengan waktu yangtelah ditentukan ke dalam tempat tertutup yang terkunci dan tersegel.

d. Apabila penawaran akan dikirim melalui pos, maka sampul kedua dimasukan ke dalam satu sampul ( Sampul Luar) yang hanya memuat alamat pengguna, tempa, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan.

e. Dokumen penawaran harga yang diterima melalui pos, harus dituliskan tanggal dan jam penerimaan oleh panitia tender.

f. Jika Dokumen Penawaran harga diterima panitia setelah batas waktu yag ditentukan, maka kontraktor dan konsultan tidak dapat mengikuti dan kontrator serta konsultan tersebut akan dipersilahkan untuk mengambil dokumen tersebut.


Baca Juga Informasi tentang Tender Proyek Konstruksi


  • Cara Membuat Proposal Proyek 2
  • Hubungan antara Owner, Kontraktor, dan Konsultan
  • Paket Lelang Pengadaan Barang dan Jasa
  • Strategi Mempercepat Jadwal Proyek Konstruksi
  • Apa Itu Dinding Diaphragma ?
  • Apa Itu King Post ?
  • Apa Itu Lumpur Bentonite ?
  • Bentuk Kontrak Konsultan Manajemen Proyek
  • Bidang Keahlian Konsultan Manajemen Proyek
  • Cara Membuat Proposal Proyek
  • Cara Pembuatan Basement
  • Cara Pengadaan Konsultan
  • Cara Penyusunan Kontrak Proyek
  • Definisi Lingkup Proyek Manajemen Konfigurasi
  • Definisi dan Contoh WBS SRK Proyek
  • Desain Engineering
  • Dokumen Kontrak dan Paket Lelang
  • Ekspedisi Transportasi Koordinasi Proyek
  • Etika dan Peraturan Tender Proyek
  • Faktor Keruntuhan Dinding Galian Tanah
  • Fungsi Manajemen dalam perusahan Konstruksi
  • Hubungan antara Engineering, Pengadaan, dan Konstruksi
  • Jasa Kontruksi dalam Kegiatan Proyek
  • Jasa dan Lingkup Kerja Kontraktor
  • Jenis Kontrak Hasil Penunjukan Langsung
  • Jenis Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa
  • Jenis Pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi
  • Kemampuan Manajemen Dalam Perusahan
  • Kepenyeliaan, Perencanaan, dan Koordinasi dalam Proyek
  • Kerangka Acuan Kerja TOR
  • Kerja Sama BOT BUILD Operate Transfer
  • Keselamatan Kerja Konstruksi
  • Klarifikasi Akhir Tanda Tangan Kontrak
  • Konsultan Manajeman Proyek
  • Kriteria Seleksi Peserta Lelang Tender Proyek
  • Lingkup Kegiatan Desain Konstruksi
  • MANAJEMEN PROYEK : Total Quality Control
  • Manajemen Penjadwalan dan Pengendalian biaya dalam proyek Konstruksi
  • Memantau Proses Produksi Manufaktur
  • Membuat Histogram Tenaga Kerja
  • Memilih Jenis Kontrak Proyek Konstruksi
  • Menerima, Meneliti, dan Mengkaji Proposal
  • Metode Konstruksi : Retaining Wall
  • PT. Hutama Karya pada Proyek Jalan Tol
  • PT.Waskita Karya Pelaksana Proyek Tol Bali
  • Paket Leleng Tender Konsultan Proyek
  • Panitia Tender Proyek Konstruksi
  • Pekerja Langsung versus Subkontraktor
  • Pelaksanaan Desain Engineering
  • Pelaksanaan Proyek Sistem De-watering
  • Pemilihan Peserta Tender Proyek Konstruksi
  • Pengadaan Material dan Subkontraktor
  • Pengelolaan Alat-Alat Konstruksi
  • Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  • Pengenalan Jumping Form
  • Pengenalan Proyek Konstruksi
  • Pengenalan Slip Form
  • Pengertian Fungsi Manajemen Proyek Kontruksi
  • Pengertian Tender Proyek Konstruksi
  • Pengertian atau Defenisi Manajemen
  • Penggunaan Form Work Khusus
  • Penggunaan Pondasi Barrette Pile
  • Peranan Pemilik dan Jenis Kontrak
  • Peranan dan Kerjasama para Pesera proyek
  • Peranan dan Tugas Pemilik Proyek
  • Peraturan Usaha Jasa Konstruksi
  • Perencanaan Sumber Daya Manusia Proyek
  • Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work
  • Perkiraan Tenaga Kerja Periode Puncak
  • Perkiraan Biaya Proyek
  • Persyaratan Mengikuti Tender Proyek Konstruksi
  • Pola Kerja Dinding Diaphragma
  • Produk Kerja Antara dan Akhir
  • Produktivitas Tenaga Kerja dalam Proyek
  • Profil Produktivitas Tenaga Kerja Proyek
  • Proses Pelaksanaan Tender Proyek
  • Proses Pemilihan Kontraktor Proyek
  • Proses Seleksi dan Pembentukan Kontrak Proyek
  • Proyek Underpass Simpang Dewa Ruci Bali.
  • Quality Control Pekerjaan Jalan
  • Rancangan Kontrak Proyek Konstruksi
  • Rencana Anggaran Biaya dan Program Kerja
  • Siapa Saja yang bisa Ikut Tender ?
  • Sistem Pembangunan Konvensional/Down-up
  • Sistem Pembangunan Modern/ Top And Down
  • Sorotan Khusus Kontrak Proyek Konstruksi
  • Strategi Manajemen dalam Perusahan Konstruksi
  • Subkontraktor Dalam Proyek Konstruksi
  • Teknologi Form Work
  • Tenaga Kerja Langsung dan Borongan
  • Tingkatan Manajemen dalam Perusahan
  • Tujuan dan Fungsi Peserta Proyek
  • - See more at: http://kampus-sipil.blogspot.com/p/blog-page_27.html#sthash.BVSFOKO5.dpuf
    1. Tujuan dan Fungsi Peserta Proyek
    2. Tingkatan  Manajemen Dalam Perusahan
    3. Proses Seleksi dan Pembentukan Kontrak
    4. Proses Pemilihan Kontraktor Proyek
    5. Proses Pelaksanaan Tender Proyek
    6. Persyaratan Mengikuti Tender
    7. Peranan Pemilik dan Jenis Kontrak
    8. Peranan dan Kerja Sama para Peserta Tender
    9. Pengertian Tender Proyek Konstruksi
    10. Pemilihan Peserta Tender Proyek Kontruksi
    11. Kriteria Seleksi Peserta Lelang Tender Proyek
    12. Dokumen Kontrak dan Paket Lelang
    13. Cara Penyusunan Kontrak Proyek
    14. Etika dan Peraturan Tender Proyek
    15. Paket Lelang Pengadaan Barang dan Jasa
    16. Rencana Kerja Panitia Proyek
    17. Tahap Kualifikasi dalam Tender Proyek


    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
    Judul: Tahap Pembukaan Tender/Pelelangan Proyek
    Ditulis oleh Taufick Max
    Rating Blog 5 dari 5
    Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.kampus-sipil.com/2013/06/tahap-pembukaan-tenderpelelangan-proyek.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
    Share on :

    0 comments:

    Post a Comment

    MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

    Materi Populer